Manusia Tanpa Simbol (referensi buku): Indigostar

January 28, 2010 at 12:38 pm (Psikologi, Repost Article, resensi buku) (, , , )


BANG SEM adalah sosok manusia tanpa simbol yang berhasil menggagas pemikiran filsafat “imagineering” yang dibungkus dalam sosok manusia bintang yang bernama “Indigostar”.

Memang tidak sangkal jika mendengar kata ‘indigo’, persepsi kita menyebutkan sosok anak manusia yang bisa dibilang diluar kenormalan. Tantang anak ‘indigo’, para psikolog menyebut “children of the sun” atau “millennium children” kepada mereka yang memiliki karakteristik yang unik: cerdas, kreatif, sulit diatur. Fenomena ‘indigo’ ini tak jarang disebut kelainan jiwa sehingga memerlukan ‘penyembuhan’ dengan terapi yang intensif agar bisa normal sebagaimana anak lainnya.

Benarkah? Tidak. Bang Sem—N.Syamsuddin Ch.Heasy—melalui buku INDIGOSTAR: Melacak Sosok Manusia Bintang dalam Jagat Rekacita, mencoba merajut dan menyederhanakan konsepsi manusia sempurna modern (insan-kamil-jadid) dengan menunjuk pada berkas cahaya bintang yang memagari bulan.

“Menonjol di antara gugusan bintang. Menampakkan sosoknya laksana enlighter yang cukup menonjol,” tulis Bang Sem.

Dari sanalah Bang Sem kemudian melahirkan sebuah istilah ‘baru’ untuk menyebut sosok manusia (Indonesia) unggul: “manusia-manusia yang penulis asumsikan sebagai ‘Bintang Indigo’ yang selama ini tersaput kabut dan tak tampak di gugusan bintang, yang sedang berpijar di jagat selebritas akademik, dimanjakan media massa (khususnya surat kabar, radio, dan televisi)” (hal. xvii)

Bagaimakah peran dan ciri serta karakteristiknya? Dalam buku yang tebalnya 232 halaman ini, Bang Sem mengulasnya secara komplet, bernas, dan ringan.

Beberapa istilah filsafat, agama, manajemen, dan keorganisasiaan dibahasakan dengan kalimat dan untaian kata yang rileks dan santai. Jika Anda membaca salah satu tema yang terdapat dalam bukunya, Anda akan langsung paham dan mengetahui hal-hal yang harus diperbuat; bahkan segera mengevaluasi diri. Karena memang, isi buku INDIGOSTAR bisa dibilang buku terbuka; yang bisa Anda baca pada bagian mana saja tanpa perlu mengurut dari awal sampai akhir. Tidak seperti buku-buku ilmiah atau novel; yang apabila tidak dibaca keseluruhan tidak akan mengetahui isi atau pesan buku. Anda bisa memulainya dari tengah, akhir, atau loncat-loncat dari satu bagian ke bagian lain.

Nah, mungkin Anda akan sepakat atau tidak, bahkan menyangkal, kesimpulan buku INDIGOSTAR ini bahwa yang disebut manusia unggul—atau insan kamil modern versi saya—adalah manusia yang memiliki kualitas hidup yang prima; yang menjadi penggerak utama perubahan bangsa dan selalu menjadi energi baru bagi lingkungannya mencapai kondisi yang lebih baik.

Anda akan percaya atau tidak, selepas membacanya akan bertanya-tanya: adakah sosoknya di Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: