Apakah Tuhan Itu Ada? (sebuah dialog)

July 18, 2010 at 11:40 am (renungan)

Seorang profesor filosofi yang atheis berbicara dalam kelasnya mengenai masalah antara ilmu pengetahuan dan Tuhan. Dia bertanya pada salah seorang mahasiswa baru.

Profesor (prof): Jadi, kamu percaya pada Tuhan?
Mahasiswa (ms): Tentu, prof.
Prof: Apakah Tuhan itu baik?
Ms: Tentu
Prof: Apakah Tuhan mahabisa?
Ms: Ya
Prof: Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia telah berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Sebagian besar manusia, teman-teman sekitar kita akan menolong orang yang sakit. Tapi Tuhan tidak. Bagaimana Tuhan seperti ini bisa bisa dikatakan baik? Hmm?
Ms: (Mahasiswa diam)
Prof: Kamu tidak dapat menjawab bukan? Mari kita mulai lagi. Apakah Tuhan itu baik?
Ms: Ya, tentu.
Prof: Apakah iblis itu baik?
Ms: Tidak
Prof: Dari mana datangnya iblis?
Ms: Dari….Tuhan.
Prof: Tepat. Sekarang katakan padaku, apakah di dalam dunia ini terdapat iblis?
Ms: Ya.
Prof: Iblis berada dimana-mana bukan? Dan Tuhan tidak berbuat apapun bukan?
Ms: Ya.
Prof: Jadi, siapa yang menciptakan iblis?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)
Prof: Di dunia ini terdapat kesakitan? Kematian? Ketakutan? Kejelekan? Semua ini merupakan hal-hal yang mengerikan yang ada di dunia ini bukan?
Ms: Ya, prof.
Prof: Jadi, siapa yang menciptakan hal-hal tersebut?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)
Prof: Ilmu pengetahuan menyebutkan bahwa kamu mempunyai 5 indera yang dipakai untuk mengetahui dan mengamati lingkungan sekitarmu. Katakan padaku nak, pernahkah kamu melihat Tuhan?
Ms: Tidak pernah prof.
Prof: Katakan padaku, apakah kamu pernah mendengar suara Tuhan mu?
Ms: Tidak pernah prof.
Prof: Pernahkah kamu menyentuh Tuhan mu, merasakan Tuhan mu, mencium keberadaan Tuhan mu? Pernahkah kamu mempunyai pengalaman dengan inderamu mengenai kehadiran Tuhan?
Ms: Tidak pernah, prof.
Prof: Lalu kamu masih percaya kepada Nya?
Ms: Ya.
Prof: Secara emperis, terukur, percobaan perlakuan, ilmu pengetahuan mengatakan Tuhan mu tidak eksis. Apa yang dapat kamu katakan mengenai itu, nak ?

Ms: Tidak suatu apapun. Saya hanya mempunyai keyakinan saya.
Prof: Ya, keyakinan. Itulah masalah yang dihadapi ilmu pengetahuan.

Ms: Prof, premis filosofismu terbantahkan.
Prof: Terbantah? Dapat kau jelaskan bagaimana?
Ms: Prof, kau mencoba menjelaskan dalam premis dualitas. Kau berpendapat bahwa ada kehidupan dan kemudian ada kematian, Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Kau melihat konsep keTuhanan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat kita ukur. Prof, ilmu pengetahuan bahkan tidak dapat menjelaskan suatu pikiran. Pikiran menggunakan listrik dan magnetik, tapi tidak pernah terlihat, tidak pernah dipahami sepenuhnya oleh siapapun. Untuk melihat kematian sebagai lawan dari kehidupan adalah tidak peduli terhadap kenyataan bahwa kematian tidak dapat eksis sebagai hal yang substansial. Kematian bukanlah lawan dari kehidupan, hanya ketidakadaan kehidupan. Sekarang, katakan padaku prof, apakah kau mengajarkan mahasiswamu bahwa mereka merupakan hasil evolusi dari monyet ?
Prof: Jika kau menarik referensi dari proses evolusi alam, tentu, saya mengajarkan hal tersebut.
Ms : Pernahkah kau mengamati proses evolusi dengan mata kepalamu sendiri prof ?
Prof: (Profesor tersebut menggelengkan kepalanya dengan sedikit tersenyum, mulai memahami kemana pembicaraan tersebut mengarah).
Ms : Karena tidak ada seorangpun yang pernah mengamati bagaimana proses evolusi dan bahkan tidak dapat menjelaskan bahwa proses ini masih terus berjalan, apakah kau tidak mengajarkan sesuatu yang hanya pendapatmu, prof?
(Kelas menjadi riuh dengan bisik-bisik pelan para mahasiswa)
Ms: Apakah ada seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak professor?
(Seketika terdengar tawa riuh dalam kelas)

Ms: Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak professor, menyentuhnya, merasakannya, atau menciumnya?… Tidak seorangpun bukan. Jadi, menurut ketetapan empiris, percobaan perlakuan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa professor tidak mempunyai otak. Dengan segala hormat prof, jadi bagaimana kami dapat mempercayai kuliahmu, prof?
(Ruangan menjadi hening. Profesor memandang kepada mahasiswa tersebut, mukanya tidak dapat di tebak)
Prof: Aku rasa, kau dan teman-temanmu harus melihatnya dengan keyakinan, nak.
Ms: Tepat prof…penghubung antara manusia dan Tuhan adalah KEYAKINAN. Itulah yang menjaga semua hal bergerak sebagaimana mestinya dan kehidupan tetap berjalan.

disajikan oleh: ‘Falasufah Amethyst Albir

16 Comments

  1. MUXLIMO said,

    Ini yang disebut sebagai salah satu cara menjelaskan Tauhid dengan baik. Alhamdulillah. bravo, sobat!🙂

  2. edisyt said,

    mantap

  3. rokhmathidayat said,

    sangat membantu….istimewa

  4. GONDHEL said,

    keyakinan saya: dari satu kata “TUHAN SEMESTA ALAM”
    tuhan itu apapun yang dirasakan semua indra saya…
    bukan hanya keyakinan saja, tuhan itu bukan “sebuah” atau “sesuatu”
    Tuhan itu SEMUANYA

    • El said,

      Tuhan tuh banyak, tapi yg cmn satu adalah Allah SWT

  5. Abdillah Firdaus Ibrahim said,

    MANTAP….

  6. budi said,

    tuhan yaitu diri manusia itu sendiri.sebab tuhan tidak ada .maka yang ada adalah yang dikatakan tidak ada tadi.jadi -ada- sama dengan -tidak ada- akan tetapi -tidak ada- sama dengan -ada-.jadi kesimpulan tuhan adalah manusia dan juga manusia adalah tuhan.rumusnya adalah ; tidak ada yang ada kecuali tuhan sendiri. sebab itulah yang tampak mata ini semua seisi langit dan bumi juga seisi alam lainpun itu adalah tuhan pula sebab dulunya tidak ada.tidak ada yang ujud ada kecuali hanya tuhan alloh.

    • GONDHEL said,

      setuju……

  7. budi said,

    la maujuda ilalloh artinya tidak ada yang ujud kecuali alloh. jadi manusia itu tidak ada .yang ada hanyalah ciptaan alloh yang berjenis makhluk manusia .beda lho itu…. dikatakan ada manusia dan dikatakan ada ciptaan berjenis manusia.

  8. tiny said,

    termenung membacanya alhamdullilah…membuka hati

  9. dori said,

    mirip kayak dialognya albert einsten ma dosenya..

  10. Dialog Tentang adanya Tuhan « :: artistic_daisy :: said,

    […] menemukan artikel ini Dialog Tentang adanya Tuhan saya tertarik untuk membacanya, dan kesimpulannya […]

  11. Albir said,

    donii doniii…. kok itu tulisannya disajikan oleh ‘Falasufah Amethyst Albir .. (itukan fb guweh)

  12. M said,

    saya tidak pernah peduli dengan perdebatan ada atau tiada, saya tak memerlukan argumen untuk meyakini keberadaanNya, saya tak perlu membuat manusia yakin bahwa Dia ada. saya lebih tertarik “kita adalah manusia dan makhluk, kita adalah sama” soal ada atau tak ada Dia, cari sendiri. Saya tak ambil pusing bagaimana cara tiap “orang” mencarinya.

  13. siscariani said,

    Reblogged this on Sisca-o'-logy and commented:
    Tuhan benar ada, dan keyakinan itu bernama iman🙂

  14. El said,

    Doa dan melakukan rasa bersyukur bersujud pd Allah SWT yg tlh memberikan berkah utk para indigo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: